<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bersama dalam Da'wah 'tuk Gapai Ridha Illahi</title>
	<atom:link href="http://heriab.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://heriab.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Apr 2011 01:40:58 +0000</lastBuildDate>
	<language></language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='heriab.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bersama dalam Da'wah 'tuk Gapai Ridha Illahi</title>
		<link>http://heriab.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://heriab.wordpress.com/osd.xml" title="Bersama dalam Da&#039;wah &#039;tuk Gapai Ridha Illahi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://heriab.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>7 Arahan Ustadz Hilmi Aminuddin</title>
		<link>http://heriab.wordpress.com/2011/04/10/7-arahan-ustadz-hilmi-aminuddin/</link>
		<comments>http://heriab.wordpress.com/2011/04/10/7-arahan-ustadz-hilmi-aminuddin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 01:40:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heri ananto budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[semangat yuk!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://heriab.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Situasi yang kita hadapi sekarang adalah mata rantai dari ujian-ujian dakwah sebelumnya. Adalah sunatullah bahwa akan ada terus rekayasa untuk mengkerdilkan dakwah. Namun yang penting adalah bagaimana kemampuan kita untuk membuktikan dengan kerja nyata. Kita sebagai dai dan daiyah diperintahkan oleh Allah SWT jika menghadapi sesuatu yang sulit, yang menghimpit, cepat kembali kepada Allah (fafirruu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=heriab.wordpress.com&amp;blog=1247172&amp;post=10&amp;subd=heriab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Situasi  yang kita hadapi sekarang adalah mata rantai dari ujian-ujian  dakwah sebelumnya. Adalah sunatullah bahwa akan ada terus rekayasa untuk  mengkerdilkan dakwah. Namun yang penting adalah bagaimana kemampuan   kita untuk membuktikan dengan kerja nyata.</p>
<p>Kita  sebagai dai dan daiyah diperintahkan oleh Allah SWT jika menghadapi  sesuatu yang sulit, yang menghimpit, cepat kembali kepada Allah (fafirruu ilallah..). Kemudian selesaikan dengan mentadabburi konsep Allah. “Afala yatadabbarunal Qur’an am ‘ala quluubin aqfaluha.”</p>
<p>Dari  tadabur ayat-ayat Allah ini, maka dalam menghadapi berbagai masalah,  ancaman dan makar, maka kita harus memiliki bekalan-bekalan yakni:</p>
<p>(1) Atsbatu mauqifan (menjadi orang yang paling teguh pendirian/paling kokoh sikapnya)</p>
<p>• At-Tsabat (keteguhan) adalah tsamratus shabr (buah dari kesabaran).<br />
• Famaa wahanuu lima ashobahum fii sabiilillahi waaa dhoufu wamastakanuu…<br />
•  “…mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di  jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah. Allah menyukai  orang-orang yang sabar…” (3:146)<br />
• Keteguhan itu membuat kita tenang,  rasional, obyektif dan mendatangkan kepercayaan Allah untuk memberikan  kemenangan kepada kita.<br />
• Keteguhan sikap kadang-kadang menimbulkan kekerasan oleh karenanya perlu diimbangi dengan yang kedua.</p>
<p>(2) Arhabu shadran (paling berlapang dada)</p>
<p>• Bukan paling banyak mengelus dada.<br />
• Silakan bicara tetapi silakan buktikan.<br />
• Jika tidak ada lapang dada akan timbul kekakuan.</p>
<p>(3) A’maqu fikran (pemikiran yang mendalam)</p>
<p>• Mendalami apa yang terjadi.<br />
• Jangan terlarut pada fenomena, tetapi lihatlah ada apa di balik fenomena  tsb.<br />
• Ketika kita merespon pun akan objektif.<br />
• Respon-respon kita objektif, terukur, mutawazin (seimbang).<br />
•  Pemikiran yang mendalam kadang-kadang membuat kita terjebak pada hal  yang sektoral, maka harus segera diimbangi pula dengan yang bekal  keempat:</p>
<p>(4) Ausa’u nazharan (pandangan yang luas)</p>
<p>• Temuan sektoral perlu dicari.</p>
<p>(5) Ansyathu amalan (paling giat dalam bekerja)</p>
<p>• Sambil merespon sesuai dengan kebutuhan tetap kita harus giat bekerja.<br />
•  Orang-orang tertentu saja yang menangani, selebihnya harus terus  bergerak dalam kerangka amal jamai. Energi kita harus prioritas untuk  membangun negeri.<br />
• Bekerja untuk Indonesia di segala sektor,  struktur sampai tingkat desa, dan kader-kader yang mendapat amanah di  pemerintahan. Fokuskan semua bekerja.</p>
<p>(6) Ashlabu tanzhiman (paling kokoh strukturnya)</p>
<p>•  Kita jamaah manusia, ada kekurangan, ada kesalahan. Kita harus rajin  membersihkannya. Seorang muslim ibarat orang yang tinggal di pinggir  sungai dan mandi lima kali sehari. Jika sudah begitu, pertanyaannya:  “Masih adakah daki-daki kita?”<br />
• Allah berfirman “wa qul jaal haq wa  zahaqal bathil”. Secara fitrah jika al Haq muncul, maka kebatilan akan  lenyap, oleh karena itu teruslah hadirkan al Haq  dan mobilisir potensi  kebaikan. Jika kita lengah mendzohirkan al-haq maka kebatilan yang  tadinya marjinal akan tampil dan al-haq terbengkalai.<br />
• Hidup berjamaah adalah untuk memobilisir potensi-potensi kebaikan.</p>
<p>(7) Aktsaru naf’an (paling banyak manfaatnya)</p>
<p>• Khoirunnas anfa’uhum linnas.<br />
• Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.<br />
• Buktikan bahwa jamaah ini  banyak manfaatnya sehingga berhak mendatangkan pertolongan Allah dan pertolongan kaum Mukminin.</p>
<p>Jika  tujuh hal itu dilakukan untuk menghadapi tantangan dan rekayasa, insya  Allah dakwah ini akan semakin kokoh dan semakin diterima untuk  menghadirkan kebajikan-kebajikan yang diharapkan oleh seluruh bangsa.</p>
<p>*Disampaikan dalam Acara DPW PKS Jabar di Lembang, 19 Maret 2011</p>
<p>*posted: <a href="http://pkspiyungan.blogspot.com/">pkspiyungan.blogspot.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/heriab.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/heriab.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/heriab.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/heriab.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/heriab.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/heriab.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/heriab.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/heriab.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/heriab.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/heriab.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/heriab.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/heriab.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/heriab.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/heriab.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=heriab.wordpress.com&amp;blog=1247172&amp;post=10&amp;subd=heriab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://heriab.wordpress.com/2011/04/10/7-arahan-ustadz-hilmi-aminuddin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/05211f4c45fa4ef8133a60d7b1df265d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">heriab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kemaksiatan dan pengaruhnya</title>
		<link>http://heriab.wordpress.com/2007/06/25/kemaksiatan-dan-pengaruhnya/</link>
		<comments>http://heriab.wordpress.com/2007/06/25/kemaksiatan-dan-pengaruhnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 02:07:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>heri ananto budi</dc:creator>
				<category><![CDATA[semangat yuk!]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://heriab.wordpress.com/2007/06/25/kemaksiatan-dan-pengaruhnya/</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan dosa, maka terbentuklah noda hitam dalam hatinya. Jika ia melepaskan dosa, istighfar dan taubat, bersihlah hatinya. Ketika mengulangi dosa lagi, bertambahlah noda hitamnya, sehingga menguasai hati. Itulah Roon (rona) yang disebutkan dalam Al-Qur’an, “Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (HR At-Tirmidzi). Maksiat dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=heriab.wordpress.com&amp;blog=1247172&amp;post=8&amp;subd=heriab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<hr align="left" noshade="noshade" size="1" width="100%" /></p>
<p>Sesungguhnya seorang hamba jika melakukan dosa, maka terbentuklah noda hitam dalam hatinya. Jika ia melepaskan dosa, istighfar dan taubat, bersihlah hatinya. Ketika mengulangi dosa lagi, bertambahlah noda hitamnya, sehingga menguasai hati. Itulah Roon (rona) yang disebutkan dalam Al-Qur’an, “Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (HR At-Tirmidzi).</p>
<p>Maksiat dan dosa mempunyai pengaruh yang sangat dahsyat dalam kehidupan umat manusia. Bahayanya bukan hanya berpengaruh di dunia tetapi sampai dibawa ke akhirat. Bukankah Nabi Adam a.s. dan istrinya Siti Hawwa dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke dunia karena dosa yang dilakukannya? Dan demikianlah juga yang terjadi pada umat-umat terdahulu.</p>
<p>Disebabkan karena dosa, penduduk dunia pada masa Nabi Nuh a.s. dihancurkan oleh banjir yang menutupi seluruh permukaan bumi. Karena maksiat, kaum ‘Aad diluluhlantakkan oleh angin puting beliung. Karena ingkar pada Allah, kaum Tsamud ditimpa oleh suara yang sangat keras memekakkan telinga sehingga memutuskan urat-urat jantung mereka dan mati bergelimpangan. Karena perbuatan keji kaum Luth, buminya dibolak-balikkan dan semua makhluk hancur, sampai malaikat mendengar lolongan anjing dari kejauhan. Kemudian diteruskan dengan hujan bebatuan dari langit yang melengkapi siksaan bagi mereka. Dan kaum yang lain akan mendapatkan siksaan yang serupa. Jika tidak terjadi di dunia, maka di akhirat akan lebih pedih lagi. (Al-An’am: 6)</p>
<p>Desember 2005 dunia juga baru menyaksikan musibah yang maha dahsyat terjadi di Asia: Tsunami menghancurkan ratusan ribu umat manusia. Terbesar menimpa Aceh. Semua itu harus menjadi pelajaran yang mendalam bagi seluruh umat manusia, bahwa Allah Maha Kuasa. Disebutkan dalam musnad Imam Ahmad dari hadits Ummu Salamah, Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Jika kemaksiatan sudah mendominasi umatku, maka Allah meratakan adzab dari sisi-Nya”. Saya berkata, “Wahai Rasulullah, bukankah di antara mereka ada orang-orang shalih?” Rasulullah menjawab,”Betul.” “Lalu bagaimana dengan mereka?” Rasul menjawab, “Mereka akan mendapat musibah sama dengan yang lain, kemudian mereka mendapatkan ampunan dan keridhaan Allah.”</p>
<p><strong>Akar Kemaksiatan</strong></p>
<p>Semua kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, baik yang besar maupun yang kecil, bermuara pada tiga hal. Pertama; <strong>terikatnya hati pada selain Allah</strong>, kedua; <strong>mengikuti potensi marah</strong>, dan ketiga; <strong>mengikuti hasrat syahwat</strong>. Ketiganya adalah syirik, zhalim, dan keji. Puncak seseorang terikat pada selain Allah adalah syirik dan menyeru pada selain Allah. Puncak seseorang mengikuti amarah adalah membunuh; dan puncak seseorang menuruti syahwat adalah berzina. Demikianlah Allah swt. menggabungkan pada satu ayat tentang sifat ‘Ibadurrahman, ”Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (Al-Furqaan: 68)</p>
<p>Dan ciri khas kemaksiatan itu saling mengajak dan mendorong untuk melakukan kemaksiatan yang lain. Orang yang berzina maka zina itu dapat menyebabkan orang melakukan pembunuhan; dan pembunuhan dapat menyebabkan orang melakukan kemusyrikan. Dan para pembuat kemaksiatan saling membantu untuk mempertahankan kemaksiatannya. Setan tidak akan pernah diam untuk menjerumuskan manusia untuk melakukan dosa dan kemaksiatan. Setan senantiasa mengupayakan tempat-tempat yang kondusif untuk menjadi sarang kemaksiatan.</p>
<p>Oleh karena itu agar terhindar dari jebakan kemaksiatan, manusia harus melakukan lawan dari ketiganya, yaitu: pertama; <strong>menguatkan keimanan dan hubungan hati dengan Allah</strong> swt. dengan senantiasa <strong>mengikhlaskan segala amal perbuatan hanya karena Allah</strong>. Kedua<strong>; mengendalikan rasa marah</strong>, karena marah merupakan pangkal sumber dari kezhaliman yang dilakukan oleh manusia. Dan ketiga<strong>; menahan diri dari syahwat yang menggoda manusia s</strong>ehingga tidak jatuh pada perbuatan zina.</p>
<p><strong>Pengaruh Maksiat</strong></p>
<p>Seluruh manusia mengakui bahwa kesalahan yang terkait dengan hubungan antar manusia di dunia secara umum dapat mengakibatkan kerusakan secara langsung. Orang-orang yang membabat hutan hingga gundul akan menyebabkan kerusakan lingkungan, longsor, dan kebanjiran. Sopir yang mengendalikan mobilnya secara ugal-ugalan dan melintasi rel kereta yang dilalui kereta, berakibat sangat parah, ditabrak oleh kereta. Orang yang membunuh orang tanpa hak, maka dia akan senantiasa dalam kegelisahan dan penderitaan. Orang yang senantiasa bohong, hidupnya tidak akan merasa tenang.</p>
<p>Dan pada dasarnya pengaruh kesalahan, dosa, dan kemaksiatan bukan saja yang terkait antar sesama manusia, tetapi antara manusia dengan Allah. Siapakah orang yang paling zhalim, ketika mereka diberi rezki oleh Allah dan hidup di bumi Allah kemudian menyekutukan Allah, tidak mentaati perintah-Nya, dan melanggar larangan-Nya. Jika kesalahan yang dibuat antar sesama manusia akan menimbulkan bahaya, maka kesalahan akibat tidak melaksanakan perintah Allah atau melanggar larangan-Nya, maka akan lebih berbahaya lagi, di dunia sengsara dan di akhirat disiksa. “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.”</p>
<p><strong>Beberapa pengaruh maksiat diantaranya:</strong></p>
<p>1. Lalai dan keras hati</p>
<p>Al-Qur’an menyebut bahwa orang-orang yang bermaksiat hatinya keras membatu. “Karena mereka melanggar janjinya, kami kutuki mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka Telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Ma-idah: 13)<br />
Berkata Ibnu Mas’ud r.a., “Saya menyakini bahwa seseorang lupa pada ilmu yang sudah dikuasainya, karena dosa yang dilakukan.”</p>
<p>Orang yang banyak berbuat dosa, hatinya keras, tidak sensitif, dan susah diingatkan. Itu suatu musibah besar. Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa orang yang senantiasa berbuat dosa, hatinya akan dikunci mati, sehingga keimanan tidak dapat masuk, dan kekufuran tidak dapat keluar.</p>
<p>2. Terhalang dari ilmu dari rezeki</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba diharamkan mendapat rezeki karena dosa yang dilakukannya” (HR Ibnu Majah dan Hakim)</p>
<p>Berkata Imam As-Syafi’i, “Saya mengadu pada Waqi’i tentang buruknya hafalanku. Beliau menasihatiku agar meninggalkan maksiat. Dan memberitahuku bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat.”</p>
<p>Orang yang banyak melakukan dosa waktunya banyak dihabiskan untuk hal-hal yang sepele dan tidak berguna. Tidak untuk mencari ilmu yang bermanfaat, tidak juga untuk mendapatkan nafkah yang halal. Banyak manusia yang masuk dalam model ini. Banyak yang menghabiskan waktunya di meja judi dengan menikmati minuman haram dan disampingnya para wanita murahan yang tidak punya rasa malu. Sebagian yang lain asyik dengan hobinya. Ada yang hobi memelihara burung atau binatang piaraan yang lain. Sebagian lain, ada yang hobi mengumpulkan barang antik meski harus mengeluarkan biaya tak sedikit. Sebagian yang lain hobi belanja atau sibuk bolak-balik ke salon kecantikan. Seperti itulah kualitas hidup mereka.</p>
<p>3. Kematian hati dan kegelapan di wajah</p>
<p>Berkata Abdullah bin Al-Mubarak, “Saya melihat dosa-dosa itu mematikan hati dan mewariskan kehinaan bagi para pelakunya. Meninggalkan dosa-dosa menyebabkan hidupnya hati. Sebaik-baiknya bagi dirimu meninggalkannya. Bukankah yang menghancurkan agama itu tidak lain para penguasa dan ahli agama yang jahat dan para rahib.”</p>
<p>Sungguh suatu musibah besar jika hati seseorang itu mati disebabkan karena dosa-dosa yang dilakukannya. Dan perangkap dosa yang dikejar oleh mayoritas manusia adalah harta dan kekuasaan. Mereka mengejar harta dan kekuasaan seperti laron masuk ke kobaran api unggun.</p>
<p>Tanda seorang bergelimangan dosa terlihat di wajahnya. Wajah orang-orang yang jauh dari air wudhu dan cahaya Al-Qur’an adalah gelap tidak enak dipandang.</p>
<p>4. Terhalang dari penerapan hukum Allah</p>
<p>Penerapan hukum Allah berupa syariat Islam di muka bumi adalah rahmat dan karunia Allah dan memberikan keberkahan bagi penduduknya. Ketika masyarakat banyak yang melakukan kemaksiatan, maka mereka akan terhalang dari rahmat Islam tersebut. (Lihat Al-Maa-idah: 49 dan Al-A’raaf: 96)</p>
<p><span>5. Hilangnya nikmat Allah dan potensi kekuatan</span></p>
<p><span>Di antara nikmat yang paling besar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya adalah pertolongan dan kemenangan. Sejarah telah membuktikan bahwa pertolongan Allah dan kemenangan-Nya diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang taat. </span><span>Sebaliknya, kekalahan dan kehancuran disebabkan karena maksiat dan ketidaktaatan.</span></p>
<p><span>Kisah Perang Uhud harus menjadi pelajaran bagi orang-orang beriman. Ketika sebagian pasukan perang sibuk mengejar harta rampasan dan begitu juga pasukan pemanah turun gunung ikut memperebutkan harta rampasan. maka terjadilah musibah luar biasa. Korban berjatuhan di kalangan umat Islam. Rasulullah saw. pun berdarah-darah.</span></p>
<p><span>Kisah penghancuran Kota Baghdad oleh pasukan Tartar juga terjadi karena umat Islam bergelimang kemaksiatan. Khilafah Islam pun runtuh, selain dari faktor adanya konspirasi internasional yang melibatkan Inggris, Amerika Serikat, dan Israel, karena umat Islam berpecah belah dan kemaksiatan yang mereka lakukan.</span></p>
<p><span>Umar bin Khattab berwasiat ketika melepas tentara perang: ”Dosa yang dilakukan tentara (Islam) lebih aku takuti dari musuh mereka. Sesungguhnya umat Islam dimenangkan karena maksiat musuh mereka kepada Allah. Kalau tidak demikian kita tidak mempunyai kekuatan, karena jumlah kita tidak sepadan dengan jumlah mereka, perlengkapan kita tidak sepadan dengan perlengkapan mereka. </span><span>Jika kita sama dalam berbuat maksiat, maka mereka lebih memiliki kekuatan. Jika kita tidak dimenangkan dengan keutamaan kita, maka kita tidak dapat mengalahkan mereka dengan kekuatan kita.”</span></p>
<p><span>Oleh karena itu umat Islam dan para pemimpinnya harus berhati-hati dari jebakan-jebakan cinta dunia dan ambisi kekuasaan. Jauhi segala harta yang meragukan apalagi yang jelas haramnya. Karena harta yang syubhat dan meragukan, tidak akan membawa keberkahan dan akan menimbulkan perpecahan serta fitnah. Kemaksiatan yang dilakukan oleh individu, keluarga, dan masyarakat akan menimbulkan hilangnya nikmat yang telah diraih dan akan diraih. Dan melemahkan segala potensi kekuatan. <strong>Waspadalah!</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://www.dakwatuna.com/index.php/tazkiyatun-nafs/2007/kemasiatan-dan-pengaruhnya/email/" title="Kirim ke teman"><span><br />
</span></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/heriab.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/heriab.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/heriab.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/heriab.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/heriab.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/heriab.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/heriab.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/heriab.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/heriab.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/heriab.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/heriab.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/heriab.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/heriab.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/heriab.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/heriab.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/heriab.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=heriab.wordpress.com&amp;blog=1247172&amp;post=8&amp;subd=heriab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://heriab.wordpress.com/2007/06/25/kemaksiatan-dan-pengaruhnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/05211f4c45fa4ef8133a60d7b1df265d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">heriab</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
